You Change My World | Chapter 8 –Hurt To Heart–

Author : Kiya Elzara
Main cast : Lee Soo Ra (OC), Kim Myung Soo/L (Infinite)
Support cast : Lee's Family, Kim's Family, other.
Genre : School life, Romance, Family, Happy
Rate : G
Lenght : Chapter
Cover by : Rosilah Everlastingfriend
Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka. Story = Mine & Casts = milik Tuhan
NB : Warning, typo’s every where! Don’t be siders! Don’t be plagiarist! Don’t forget to RCL, hargai author :D Hope you like it! ^_^

“...Thank you for loving me, thank you for watching me, thank you making me feeling like this...”


Chapter 3 –You Are My Hero– https://kiyaazuki.blogspot.co.id/2016/06/you-change-my-world-chapter-3-you-are.html

Chapter 4 –Not Alone– https://kiyaazuki.blogspot.co.id/2016/06/you-change-my-world-chapter-4-not-alone.html

Chapter 5 –Special Date– https://kiyaazuki.blogspot.co.id/2016/06/you-change-my-world-chapter-5-special.html

Chapter 6 –Jealous– Part 1 https://kiyaazuki.blogspot.co.id/2016/06/you-change-my-world-chapter-6-jealous.html

Chapter 6 –Jealous– Part 2 https://kiyaazuki.blogspot.co.id/2016/06/you-change-my-world-chapter-6-jealous_4.html

Chapter 7 –Crying in The Moonlight– https://kiyaazuki.blogspot.co.id/2016/06/you-change-my-world-chapter-7-crying-in_4.html

Chapter 8 –Hurt To Heart–


Happy reading~
-
-
-
Dilihatnya seorang namja dalam bayangan hitam yang mendekat ke arahnya, hingga cahaya bulan menerangi namja itu dan terlihat jelas wajah yang sangat Soo Ra kenali. 

“Luhan gege?” Ucap Soo Ra 

“Boleh aku duduk di sampingmu?” Pinta Luhan 

“Ne, kenapa gege bisa ada di sini?” Tanya Soo Ra heran 

“Oh itu, tadi saat dalam perjalanan pulang aku melihatmu berlari sambil menangis. Aku khawatir terjadi sesuatu padamu, jadi aku mengikutimu dan sampai sini” 

“Gomawo telah mengkhawatirkanku gege” 

“Mworago? Kenapa kau menangis Soo Ra-ya?” 

“Ani imnida ge, gwenchana” Jawab Soo Ra sambil mengusap air matanya 

“Kau tak bisa membohongiku Soo Ra-ya, pasti saat ini kau sedang mempunyai masalah” Tebak Luhan 

“Ani ge, gwenchana” Jawab Soo Ra berbohong, berusaha untuk menutupi masalahnya agar tidak diketahui Luhan. 

“Arrasseo, tak apa jika kau tak mau menceritakannya padaku. Ngomong-ngomong kenapa kau sendirian, di mana namja chingumu?” 

“Ah itu, dia...” Jawab Soo Ra terbata 

“Apa kalian sedang bertengkar?” 

Pertanyaan skak mat dari Luhan membuat Soo Ra kali ini tak dapat berbohong. 

“Hmm” Jawab Soo Ra sambil menundukkan kepalanya 

“Aish anak itu, Soo Ra-ya jadi kau menangis karena dia? Awas saja kalau aku bertemu dengannya, akan ku beri dia pelajaran. Berani-beraninya dia membuatmu menangis seperti ini” 

“Ah gwenchana ge, lagian aku menangis bukan karena Myung Soo. Jangan apa-apakan dia, atau nanti aku akan marah padamu” 

“Jadi namanya Myung Soo. Geurae, aku takkan melakukan apapun padanya. Ini karena aku tak mau kau marah padaku Soo Ra-ya, tapi kalau dia membuatmu menangis lagi. Aku takkan tinggal diam” 

“Ne, Kim Myung Soo. Ah mianhae gege, aku belum mengenalkannya secara resmi padamu dan juga aku minta maaf atas sikap yang dilakukannya saat di mall waktu itu” 

“Gwenchana, Soo Ra-ya. Arrasseo, alasan kenapa dia bersikap seperti itu aku sudah mengetahuinya” Ucap Luhan ‘Itu karena dia tak ingin aku merebutmu darinya’ Lanjut Luhan dalam hati 

“Omo! Di mana box itu?” Ucap Soo Ra tiba-tiba sambil mencari box kado, dia baru ingat mengenai box yang akan diberikannya pada Myung Soo. 

“Box?” Tanya Luhan heran 

“Ne, box. Apa gege melihat box kecil dengan dibalut kertas kado berwarna merah? Kurasa tadi aku membawanya” 

“Ani, aku tak melihatnya. Apa mungkin box itu terjatuh di suatu tempat saat kau berlari tadi?” 

“Ah ne, mungkin terjatuh di suatu tempat. Aku harus mencarinya sekarang” Ucap Soo Ra sambil berdiri dari tempat duduknya. 

“Tapi ini sudah terlalu larut untuk mencari box kecil itu Soo Ra-ya, juga udara malam ini terlalu dingin. Nanti kau bisa sakit” 

“Tapi aku harus menemukannya ge” 

“Apa box itu penting bagimu?” 

“Ne, isinya ada sesuatu yang sangat berharga. Butuh waktu yang lama untuk mempersiapkannya” 

“Geurae, aku akan membantumu mencarikannya. Kajja” 

Lalu mereka pun beranjak pergi dari tempat itu, mencari box kecil itu di sepanjang jalan yang telah dilewati Soo Ra. 



Saat Myung Soo berusaha mengejar Soo Ra untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi, di perjalanan dia melihat yeoja chingunya itu bersama seorang namja yang tak asing baginya. 

*Myung Soo Pov. 
Itu kan Soo Ra, kenapa setiap kali aku mencarinya dia selalu bersama namja itu? Mungkin lain kali saja aku menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan Ji Hyun barusan. Apa sebaiknya aku pura-pura tidak melihat mereka, dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa? 
*Myung Soo Pov. End 

Lalu dia pun merogoh saku celananya, mengeluarkan benda persegi. Memencet no 1 untuk speed dials dan menempelkannya di telinganya. 

“[Yeobosseo?]” 

“Baby eodi-ya? Aku menunggumu, kau bilang akan menunjukkan sesuatu padaku. Tapi kenapa kau belum datang juga? Aku mencarimu ke mana-mana tapi kau tidak ada” 

“[Mianhae L oppa, untuk saat ini aku tidak bisa menunjukkannya padamu. Jadi jangan menungguku, pulanglah oppa. Ini sudah larut malam juga sekarang cuaca sedang dingin, aku tak mau kau sakit karena terlalu lama menungguku. Jeongmal mianhae oppa]” 

Mendengar apa yang barusan dikatakan Soo Ra, membuat Myung Soo kali ini tak dapat menahan amarahnya. Nada suaranya kali ini lebih tinggi dari biasanya. 

“Wae!? Apa kau lebih mementingkan namja itu daripada aku namja chingumu sendiri eoh?” 

“[Oppa, aku tak mengerti apa maksudmu? Namja itu? Maksud oppa Luhan gege, dari mana oppa bisa tau kalau sekarang aku sedang bersama Luhan gege?]” 

“Itu karena saat ini aku berada tepat di belakangmu!” Piip~ Panggilan pun terputus 

*Author Pov. 
Soo Ra membalikkan badannya dan benar saja, dilihatnya namja yang sangat dicintainya berada tepat di belakangnya. Namun raut wajah Myung Soo seperti orang yang terbakar api cemburu, memang benar saat ini dia cemburu. Namja mana yang tidak cemburu, melihat yeoja chingunya itu bersama namja lain bahkan ini sudah yang ketiga kalinya Myung Soo melihat Soo Ra bersama namja itu, Xi Luhan. 
*Author Pov. End 

“O-oppa, jangan salah paham. Aku hanya..” Ucap Soo Ra mencoba menjelaskan, namun perkataannya terpotong oleh Myung Soo. 

“Hanya apa? Hanya ingin menemaninya jalan-jalan dan meninggalkanku begitu saja eoh!?” 

“Myung Soo-ssi, aku hanya ingin membantunya” Jelas Luhan 

“Ah sudahlah, aku sudah muak. Kenapa kau selalu mengajak yeoja yang sudah dimiliki oleh namja lain? Apa kau ini tipe orang yang suka merusak hubungan orang lain?” Sindir Myung Soo 

“Jaga ucapanmu!” 

“Oppa hentikan, Luhan gege bukanlah orang seperti itu” 

“Apa sekarang kau membelanya? Kau lebih memilih berada di pihaknya daripada dipihakku?” 

#plak 

Tanpa Soo Ra sadari, tangannya secara refleks menampar pipi mulus namja chingunya karena dia sudah keterlaluan kali ini. 

NEO!? Kenapa kau menamparku baby?” 

“Oppa, kau ini keterlaluan sekali. Kenapa jadi posesif seperti ini? Kan sudah ku katakan padamu oppa, kalau aku dan Luhan gege hanyalah hubungan seperti aku dan Donghae oppa. Aku hanya menganggapnya seperti oppa ku sendiri, tak lebih. Tapi kau ini jinja...” 

“Soo Ra-ya, tenanglah. Kemarahan takkan menyelesaikan masalah” Luhan mencoba menenangkan 

“Apa kau tau baby, hatiku sakit setiap kali melihatmu bersamanya. Kenapa kau masih saja melakukannya. Kau bersama dengan namja ini, berkali-kali aku mencoba menahan perasaanku yang ingin menghajarnya dan meyakinkan bahwa dia hanyalah chingumu. Tapi hatiku tak sekuat apa yang aku pikirkan. Geurae, aku akan pergi. Semoga kau bahagia bersamanya Soo Ra-ya.” Ucap Myung Soo sambil membalikkan badannya meninggalkan Soo Ra 

“Oppa tunggu..” 

Soo Ra menahan tangan Myung Soo untuk menghentikan langkah Myung Soo yang akan pergi, namun Myung Soo menghempaskannya dan berlalu begitu saja hingga punggung badannya tak terlihat lagi. 

“L oppa, aku juga sakit saat melihatmu berpelukan dengan yeoja tadi” Gumam Soo Ra, perlahan air mata mulai menetes membasahi pipinya. 

Luhan yang melihatnya langsung mengusap air mata yang keluar dari pelupuk mata yeoja yang disukainya, mencoba menenangkan Soo Ra dengan sebuah dekapan hangat. Mencari kesempatan dalam kesempitan nih :P 

“Uljima-yo Soo Ra-ya, melihatmu menangis seperti ini membuatku khawatir. Kau juga membuatku sedih sekaligus bersalah karena membiarkan namja chingumu itu menyakitimu hingga seperti ini” Ucap Luhan supaya yeoja yang dia sayangi berhenti menangis. 

Tapi bukannya berhenti menangis, Soo Ra malah menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Luhan. 

Uwa~ L Oppa kenapa kau jahat sekali padaku eoh? Hiks hiks, mianhae karena aku menamparmu tadi. Aku tak bermaksud seperti itu. Hiks hiks, uwaaa~” 

“Hiya Soo Ra-ya... Geurae, teruslah menangis. Setidaknya sampai kau merasa baikan” Ucap Luhan 

Soo Ra pun menangis dalam dekapan Luhan di bawah sinar rembulan yang indah. Membuat tuxedo yang dikenakannya menjadi basah karenanya, tak apa demi mendapatkan cinta apapun rela dia korbankan. Kata-kata authornya lebay amat -_- #L0l 



*Author Pov. 
Myung Soo kembali ke Hotel Kingdom untuk mengambil mobilnya dan segera pulang. Namun, saat dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia masih ingat jelas peristiwa yang sangat menyakitkan itu yang membuatnya tak dapat fokus menyetir, tamparan yang dia dapatkan dari yeoja chingunya sendiri yang membela namja lain dibandingkannya. Myung Soo sadar memang ucapannya itu keterlaluan, namun apa boleh kata dia hanya terbakar api cemburu jadi tak sadar apa yang diucapkannya. Myung Soo menghentikan laju mobilnya yang hampir menabrak pembatas jalan. 
*Author Pov. End 

“Aish kenapa jadi seperti ini? Dasar bajingan kau Xi Luhan!!” Umpat Myung Soo 

“Bagaimana aku bisa menyetir dalam keadaan seperti ini?” Monolog Myung Soo 

Lalu dia pun berpikir untuk meminta bantuan seseorang, Myung Soo mengeluarkan benda persegi dan menempelkan benda itu di telinganya. Berusaha memanggil orang yang bisa diandalkan dalam hal seperti ini. 

“[Moshi-moshi?]” 

“Hyukie, can you help me?” 

“[Maybe, but what happened to you bro?]” 

“Ceritanya panjang, nanti akan ku jelaskan padamu. Untuk saat ini, datanglah kemari. Aku ada di Cheondamdong dekat dengan perusahaan appamu, oh ne kau tak usah membawa mobilmu. Naik taxi saja aku yang akan membayarnya. Palli Hyukie!” 

“Ne, arrasseo. Aku segera datang” Piip~ Panggilan terputus 

Tak lama kemudian, datanglah Min Hyuk sesuai dengan apa yang diminta Myung Soo, dia tidak datang dengan mobilnya. Tapi Min Hyuk sendiri yang membayar ongkos taxinya. Dia pun mendekati mobil Myung Soo dan masuk ke dalamnya. 

“L, kau mengganggu waktu istirahatku saja. Tadinya aku tak jadi datang karena terlalu cape, tapi karena aku adalah chinggu yang baik makanya aku datang ke sini” Ucap Min Hyuk 

“Ah mianhae Hyukie, telah mengusik ketenanganmu. Geurae, kau memang chinguku yang paling baik dan dapat diandalkan” Balas Myung Soo 

“Jadi kenapa kau memintaku datang kemari?” Tanya Min Hyuk 

“Mm.. Begini, suasana hatiku sedang kacau sekarang. Jadi, kau pasti tau maksudku kan?” Jawab Myung Soo 

“Kau ini, geurae kau boleh menginap di rumahku dan aku jadi driver pribadimu sekarang. Tapi kau harus membantuku nanti” 

“Ne Hyukie, aku siap membantumu kapan saja jika kau membutuhkanku. Kuanggap sebagai balas budiku padamu” 

“Geurae, ku pegang janjimu” 

Lalu Myung Soo dan Min Hyuk bertukar posisi, Min Hyuk yang berada di kursi kemudi melajukan mobilnya sedangkan Myung Soo melihat ke arah samping kaca mobil dengan tatapan kosong seolah sedang memikirkan solusi dari masalah yang tengah dihadapinya kali ini. 

*Author Pov. 
Myung Soo bukan pertama kalinya mengalami hal seperti ini, sudah sering Myung Soo meminta bantuan Min Hyuk dalam menghadapi persoalannya sewaktu berada di Jepang. Tapi bedanya, itu bukan persoalan cinta. Melainkan urusan keluarga, teman, dan pelajaran. Dibandingkan dengan Min Ho, Myung Soo lebih dekat dengan Min Hyuk. Walaupun sebenarnya dia lebih dulu mengenal Min Ho ketimbang Min Hyuk. 

Dan cara untuk memulihkan suasana hatinya adalah dengan menginap di rumah Min Hyuk dan bercerita padanya. Hubungan mereka hampir mirip seperti saudara, bahkan Tn. dan Ny. Kang juga akrab dengan Myung Soo dan menganggapnya seperti anak sendiri. Juga dengan Hye Jung, dia tak terlalu dekat dengannyakarena Hye Jung sibuk bekerja di Korea dan hanya beberapa kali mengunjungi orang tuanya di Jepang. Jadi Myung Soo jarang bertemu dengannya. Tapi kini mereka telah memutuskan untuk menetap di Korea, demi menjaga kedekatan antar anggota keluarga. 
*Author Pov. End 



@Kang’s Family House 
Setelah mereka sampai di kamar Min Hyuk yang tak jauh berbeda dengan suasana kamar Myung Soo, ya mereka memang memiliki selera yang sama dalam hal interior, yang membuat Myung Soo seperti di kamarnya sendiri dan betah berlama-lama. Namun dalam urusan yeoja, mereka justru sangat jauh berbeda. 

“Jadi sekarang apa?” Tanya Min Hyuk sembari membaringkan dirinya di ranjang king size miliknya, dengan penuh antusias #PenyakitKeponyaKambuh XD 

“Ini tentang Soo Ra” Jawab Myung Soo yang telah berbaring di shofa kamar Min Hyuk 

“Ada apa dengannya? Ku lihat kalian baik-baik saja selama ini” 

“Ah kau tak tau ya, ada namja lain yang juga menyukainya” 

“Mwo!? Tapi ku dengar Soo Ra tak pernah punya chingu, nugu?” 

“Ne, memang begitu. Dia menganggap namja itu seperti oppanya sendiri, namja itu 3 tahun lebih tua dari kita. Namanya Xi Luhan” 

“Omo, bagaimana mereka bisa bertemu?” 

“Molla, aku tak pernah menanyakan hal itu padanya. Tapi yang pasti mereka bertemu jauh sebelum aku mengenal Soo Ra. Kira-kira 3 tahun yang lalu” 

“Berarti saat Soo Ra kelas VIII dan namja itu kelas XI, jadi namja itu lebih dalam mengenal Soo Ra. Apa sekarang kau bertengkar dengannya?” 

“Ne, itu karena dia lebih memilih berada dipihak namja itu dan aku juga mendapat sebuah tamparan darinya” 

“Yang benar saja L, neo? Ditampar? Aku sama sekali tak percaya, seorang Kim Myung Soo bisa ditampar oleh yeoja chingunya yang baru dia temukan dan dapat meluluhkan hatinya hanya dalam beberapa detik” 

“Aish kau ini, memang benar dia itu My First Love, tapi kenapa dia harus menamparku? This is My First Slap, ternyata tamparan saat hati kita sakit itu lebih menyakitkan lagi. Kurasa ini juga salahku” 

“Maksudmu?” 

“Sebenarnya, tak sengaja dia melihatku berpelukan dengan Ji Hyun” 

“Mwo!?” #DEG Ucap Min Hyuk kaget, kini perasaannya terasa sakit setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan Myung Soo, tapi dia mencoba menormalkannya kembali. 

“Don’t missunderstand Hyukie! Aku pikir itu adalah Soo Ra, karena hanya dia saja yang ingin bertemu denganku waktu itu. Seseorang memelukku dari belakang, jadi aku tak dapat melihat wajahnya. Saat aku berbalik, ternyata itu adalah Ji Hyun. Dia bahkan memelukku sangat erat, aku hanya terdiam dan saat itu aku melihat Soo Ra berlari dan mungkin sambil menangis karena ku lihat wajahnya sedikit basah. Lalu aku mengejarnya dan membiarkan Ji Hyun sendirian, tapi ku lihat dia sedang bersama namja itu dan aku sangat marah padanya” Cerita Myung Soo panjang lebar 

“Apa kau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara kalian?” 

“Ani, aku mengurungkan niatku. Kurasa aku juga salah paham kepadanya, dia mencoba menjelaskannya padaku tapi aku sangat marah waktu itu jadi aku membentak dan memarahinya, dia menamparku dan aku meninggalkannya” 

“Hiya, L! Kenapa sekarang kau jadi seperti ini eoh? Apa sekarang kau jadi posesif terhadap yeoja chingumu dan tak mempercayainya. Bukankah dulu kau sangat paham akan hal seperti itu, apa mungkin kau ketularan Prince Ho yang posesif kepada Krystal (Jung Soo Jung)” 

“Maybe, tapi sekarang aku menyesalinya. Aku tak dapat menahan amarahku waktu itu” Sesal Myung Soo 

“Sekarang cepatlah kau hubungi Soo Ra dan minta maaf padanya, jangan berikan namja itu kesempatan untuk bisa merebut Soo Ra darimu” 

“Ah ne, gomawo Hyukie. Kau memang konsultan terbaik yang ku miliki” 

“Ne, cheonma-yo. Bukankah ini gunanya chingu, dulu kau juga banyak membantuku” 

“Kurasa sekarang aku belum siap untuk minta maaf padanya, bagaimana kalau besok saja tak masalah kan?” 

“Whatever, itukan urusanmu. Asal kau jangan menyesalinya saja nanti” 

“By the way, katamu Prince Ho akan datang. Tapi aku hanya melihat Ji Hyun. Prince Ho Eodi-ya?” 

“Tadi dia datang dan berbincang denganku, dia juga menemui nunnaku dan Donghae hyung meskipun itu terlambat. Dia menunggumu, tapi karena kau tak kunjung kembali akhirnya dia pergi bersama Ji Hyun” 

“Ah, padahal aku ingin bertemu dengannya, Si Super Posesif itu” 

“Nanti juga kau akan bertemu dengannya, dia bilang akan menetap di Korea” 

“Jinja!? Berarti dia juga akan bersekolah di sini dengan Ji Hyun” 

“Bisa ditebak, kalau dia akan bersekolah di Kyunghee” 

“Dan itu akan membuat KCK band akan muncul kembali” 

“Bukankah itu bagus?” 

“Aku sudah cape, sekarang kita tidur kajja” 

“Geurae, kau saja duluan L. Aku mau ke toilet dulu” 

“Ne” 

Lalu Min Hyuk menuju ke toilet, meninggalkan Myung Soo yang sudah terlelap memasuki alam mimpinya. 

Min Hyuk membasuh mukanya, dan melihat pantulan wajahnya di cermin. 

“Apa yang harus aku lakukan agar aku dapat memilikimu seutuhnya Ji Hyun-ah? Do you like me?” Gumam Min Hyuk sambil memeragakan ekspresi wajah yang bisa dibilang seperti memelas. 

“Ah, apa yang aku lakukan” Ucap Min Hyuk, lalu dia pun berlalu dan tertidur di ranjang king size miliknya. 



@Lee’s Family House 
*Author Pov. 
Kini Soo Ra telah berada di rumahnya, setelah diantar pulang oleh Luhan. Dia tak berbicara sepatah katapun. Saat Ny. Lee melihat dia pulang dengan diantar oleh mobil yang tak dikenalinya, itu bukanlah mobil milik Myung Soo ataupun Donghae dan juga melihat wajah anak perempuannya yang terlihat seperti sudah menangis. 
*Author Pov. End 

“Apa yang terjadi padamu Soo Ra-ya? Siapa yang mengantarmu pulang?” Pertanyaan yang dilontarkan eommanya itu sama sekali tidak diperhatikan oleh Soo Ra dan Soo Ra terus melanjutkan derap langkahnya menuju kamarnya. 

“Chagi apa kau lihat uri Soo Ra? Kenapa dia jadi seperti ini?” Tanya Ny. Lee 

“Ne yeobo, kurasa dia sedang bertengkar dengan Myung Soo” Jawab Tn. Lee 

“Apa sebaiknya aku temui dia?” 

“Ani, biarkan saja. Mungkin dia membutuhkan waktu sendirian untuk menenangkan diri. Jadi jangan diganggu, sebaiknya kita tidur ini sudah malam dan aku juga merasa cape setelah banyak menerima tamu dipernikahan uri Donghae” 

“Ne, arrasseo. Kajja” 

Lalu Tn. dan Ny. Lee pun memasuki kamar mereka untuk beristirahat 



Setiba di kamarnya Soo Ra langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang king size nan empuk miliknya tanpa mengganti gaun pesta yang dikenakannya. Dia terlalu lelah hari ini jadi untuk mengganti baju sekalipun dia sudah malas, dia pun memejamkan. Tapi apa daya, dalam ingatannya masih terlihat jelas kejadian barusan dan itu membuatnya merasa sakit sekaligus bersalah pada Myung Soo. 

“Aish, aku jadi tak bisa tidur karena terus memikirkannya” Ucap Soo Ra, lalu dia pun bangun dari ranjangnya dan berjalan menuju balkon kamarnya untuk menenangkan dirinya dan dilihatnya pemandangan kota Seoul yang indah di malam hari. Angin malam yang dingin menerpa tubuhnya, namun dia tetap berada di sana dengan raut wajah yang lebih baik daripada sebelumnya. 

“Dengan begini, setidaknya aku merasa lebih baik” Ucap Soo Ra sembari tersenyum 

“Donghae oppa andai saja kau berada di sisiku saat ini, aku membutuhkanmu oppa. Apa sebaiknya aku menelponnya saja ya? Ah ani, mungkin saat ini oppa tengah beristirahat dan juga ini kan malam pertamanya. Masa aku mengganggu kebahagiaannya?” Monolog Soo Ra 

Setelah menikah Donghae dan Hye Jung tinggal di rumah milik mereka berdua yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum mereka menikah dan barang-barang milik mereka telah dipindahkan ke rumah baru tersebut. Memang letak rumah baru mereka agak jauh dari rumah mereka masing-masing sebelumnya. 

‘Tapi ini kan masalahku dengan L, aku tidak mungkin terus-terusan minta tolong Donghae oppa untuk meminta bantuannya. Jadi aku harus menyelesaikannya sendiri, apa sebaiknya aku menelponnya lebih dulu dan meminta maaf padanya?’ Gumam Soo Ra dalam hati 

Lalu dia pun memencet beberapa nomor ponsel namja chingunya. Namun, saat dia akan menekan tombol hjau di layar screen miliknya, ada sebuah pesan masuk dari seseorang dan dia pun mengurungkan niatnya untuk memanggil orang tercintanya itu dan memilih membuka pesan yang baru saja masuk. 
___ 
From : 010.0712 
To : Soo Ra-ya 

Soo Ra-ya apa kau sudah tidur? Gwenchana? :D 
___ 

From : Soo Ra-ya 
To : 010.0712 

Nugu-sseo? :/ 
___ 

From : 010.0712 
To : Soo Ra-ya 

Ternyata kau belum tidur Soo Ra-ya, jeoneun Xi Luhan imnida 
___ 

From : Soo Ra-ya 
To : 010.0712 

Mianhae gege, aku tak tau kalau ternyata ini pesan darimu. Gwenchana, tapi ada apa gege. Sudah selarut ini mengirim padaku sebuah pesan? Apa ada hal penting yang ingin disampaikan? 

___ 

From : 010.0712 
To : Soo Ra-ya 

Syukurlah jika kau baik-baik saja. Ah ige, besok mǔqīn akan datang ke Korea dan ingin menemuimu. Kita akan menjemput beliau di air port, apa besok kau ada waktu luang? 
____ 

From : Soo Ra-ya 
To : 010.0712 

Jinja!? Aku juga ingin sekali bertemu dengan gūmā. Mmm, geurae aku besok tak ada acara apa-apa. Jam berapa ge? 
____ 

From : 010.0712 
To : Soo Ra-ya 

Karena besok kau sekolah, jadi aku akan mengantar jemputmu. 
___ 

‘Eottokhae? Besok Myung Soo akan menjemputku apa tidak ya? Tapi dengan melihat ekspresinya waktu itu, kurasa dia marah padaku. Jadi kali ini mungkin dia tak mau menjemputku’ Pikir Soo Ra, dan kemudian Soo Ra pun membalas pesan dari Luhan. 
___ 
From : Soo Ra-ya 
To : 010.0712 

Ne, arrasseo ge. 
___ 

From : 010.0712 
To : Soo Ra-ya 

Soo Ra-ya kenapa kau belum tidur? Ini sudah malam, apa karena kejadian waktu itu sekarang kau jadi tak bisa tidur? 
___ 

From : Soo Ra-ya 
To : 010.0712 

Ani, bukan begitu ge. Aku hanya belum mengantuk saja. 
___ 

From : 010.0712 
To : Soo Ra-ya 

Ne, arrasseo. Jangan terlalu dipikirkan masalah yang tadi, dan untuk sekarang tidurlah. Tak baik jika seorang yeoja begadang, itu tak baik untuk tubuhmu dan juga besok kau kan sekolah. Gege juga sekarang akan tidur, good night! Have a nice dream Soo Ra-ya! 
___ 

“Memang benar apa katamu ge, geurae aku akan tidur sekarang. Dan untuk my problem, besok aku akan meminta maaf dan menjelaskannya pada L oppa” Ucap Soo Ra 

Lalu dia pun kembali masuk ke kamarnya dan kemudian terlelap. 



@Kang’s Family House 
Pagi-pagi sekali Myung Soo sudah bangun dan langsung membersihkan diri terlebih dahulu agar dia bisa pulang ke rumahnya dan bersekolah. Sedangkan Min Hyuk masih bergelut dengan selimut tebalnya. 

“Hyukie, aku pulang ya. Gomawo-yo atas bantuanmu kali ini, Hyukie jangan tidur terlalu nyenyak nanti bisa bangun kesiangan loh. See you!” Pamit Myung Soo 

Dan Myung Soo pun keluar dari kediaman keluarga Kang dan pulang dengan mengendarai mobil miliknya. 



@Lee’s Family House 
Kini Soo Ra sudah siap dengan seragam sekolah dan tasnya, dia pun keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan untuk sarapan bersama keluarganya yang telah menunggu. 

“Chagi, semalam kau tak menjawab pertanyaan eomma. Wae?” Tanya Ny. Lee 

“Semalam eomma bertanya padaku?” Soo Ra balik bertanya 

“Aigoo, jadi kau tak mendengarkan ucapan eomma? Geurae, apa semalam kau bertengkar dengan Myung Soo? Yang mengantarmu pulang, nugu?” 

“Kenapa eomma bisa tau? Ne, aku bertengkar dengannya dan aku diantar pulang oleh Luhan gege” 

“Luhan? Xi Yu Mei dongsaeng?” 

“Ne” 

“Kenapa kau tak bilang pada appa kalau dia sedang berada di Korea?” Ucap Tn. Lee 

“Itu karena appa tidak bertanya padaku soal Luhan gege. Tapi apa yang akan appa lakukan jika aku memberitahu appa?” 

“Ah, setidaknya appa harus menyapanya karena dulu keluarga kita sangat dekat. Apa Donghae juga sudah bertemu dengannya?” 

“Molla” 

“Pasti sulit untuk Donghae melupakan Yu Mei, dia juga hanya mengurung diri di kamarnya dan tak keluar dari rumah selama sebulan untuk menenangkan diri dari rasa bersalahnya. Tapi kini dia dapat menemukan tambatan hati yang baru. Ya sudahlah, yang lalu biarlah berlalu” Ucap Ny. Lee 

“Appa dan eomma dapat bertemu dengan Luhan gege kok, dia akan berada di Korea untuk beberapa hari karena urusan pekerjaan katanya. Dan hari ini aku akan bertemu dengan Lyn gūmā, Luhan gege dan aku akan menjemputnya di air port” Jelas Soo Ra 

“Sebenarnya eomma ingin sekali bertemu dengan Ny. Xi, itu sudah lama sekali saat terakhir kali bertemu. Kira-kira tiga tahun yang lalu, tapi eomma hari ini sibuk. Ada beberapa pertemuan dengan beberapa teman eomma (istri-istri chaebol). Sampaikan salam eomma pada Ny. Xi nde?” 

“Ne, eomma. Akan ku sampaikan” 

Lalu terdengar suara dari ponsel Soo Ra yang menandakan ada pesan masuk dari seseorang. 
___ 
From : Luhan gege 
To : Soo Ra-ya 

Soo Ra apa kau sudah siap? Aku menunggumu di depan 
___ 

Lalu Soo Ra pun pamit karena Luhan sudah menunggunya di depan. 

“Appa eomma, aku berangkat dulu. Annyeong!” 



Myung Soo menyetir mobil dengan santai, ya kali ini amarah tak dia rasakan. Lagu Heartbeat yang dibawakan oleh boyband Infinite F menemaninya untuk mengusir keheningan dalam mobil yang dia kendarai. 

Tapi, semua itu berubah ketika dilihatnya mobil seseorang yang terparkir di depan gerbang kediaman keluarga Lee yang biasanya diisi olehnya. Ciiit... Myung Soo pun memberhentikan mobilnya. 

Saat itu pula dilihatnya seorang yeoja yang biasa menemaninya berangkat sekolah keluar dari gerbang dan menyapa seorang namja yang tengah berdiri di samping mobil lamborghini aventador putih miliknya. Ya, namja itu Xi Luhan. 

“Shit!” Umpat Myung Soo 

Lalu dia pun melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan di atas batas normal. Melewati dua orang yang tengah berbicang tadi. 

“Gege, mianhae lama menunggu” Ucap Soo Ra sembari melihat sebuah mobil yang tak asing baginya, baru saja lewat begitu saja bagaikan angin yang bertiup kencang. 

“Ah, tak terlalu lama kok. Soo Ra-ya, gwenchana?” Tanya Luhan khawatir melihat yeoja di depannya yang tengah melamun. 

‘L oppa, barusan kau kah itu?’ Gumam Soo Ra dalam hati 

“Helloo..??” Panggil Luhan sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Soo Ra 

“Ah nde?” Tanya Soo Ra yang baru saja tersadar dari lamunannya 

“Apa ada sesuatu yang mengganggumu?” 

“Ani, gwenchana” 

“Geurae, kita berangkat kajja” 



@Kyunghee Senior High School 
Soo Ra pun turun dari mobil Luhan di tengah banyaknya orang yang memperhatikan mereka. 

“Gomawo ge” Ucap Soo Ra kepada Luhan lewat kaca mobil yang terbuka 

“Ne, nanti aku akan menjemputmu. Kirim saja pesan atau telepon jika kau sudah selesai ne?” 

“Ne ge, arrasseo” 

“Kenapa orang-orang terus memperhatikan ke arah kita? Sebaiknya aku segera pergi, annyeong Soo Ra-ya!” Pamit Luhan yang kemudian menutup kaca mobil dan melajukan kembali lamborghini aventador putih miliknya. 

Soo Ra pun bergegas masuk ke dalam sekolahnhya dengan santai tanpa memperdulikan banyak mulut yang membicarakan dan mata yang melihatnya saat ini. 

Di sisi lain, di lantai dua terlihat Myung Soo dan Min Hyuk yang tengah memperhatikan tontonan yang langka bagi Min Hyuk namun biasa bagi Myung Soo. 

“L, orang yang ada di dalam mobil itu. Apakah dia?” Tanya Min Hyuk 

“Ne, itu dia” Jawab Myung Soo 

“Are you ok?” 

“Gwenchana, aku sudah mulai terbiasa dengan ini kok” 

“Ah itu dia” 

“Nugu?” 

“Prince Ho” 

“Dia masuk sekarang?” 

“Kan aku sudah memberitahumu bukan?” 

“Hmm, mian aku tak terlalu mendengarkanmu waktu itu” 

“Aish, kau ini. Mari kita sapa” 

“Nanti saja di kelas” 

“Bukankah waktu itu kau bilang ingin menemuinya?” 

“Tapi kali ini aku belum ingin” 

“Yah kau ini, ayolah” Pinta Min Hyuk 

Lalu Soo Ra yang ingin menuju kelasnya berpapasan dengan Myung Soo dan Min Hyuk yang tengah berbincang. 

“Soo Ra!” Sapa Min Hyuk 

Lalu Soo Ra mendekati mereka berdua, dan melihat kepada Myung Soo sekilas namun sikap Myung Soo masih terlihat marah padanya dengan tidak menganggap kehadiran Soo Ra dan malah memusatkan perhatiannya pada pemandangan sekitar sekolah. 

‘Aku tau kau masih marah padaku oppa’ Gumam Soo Ra dalam hati 

“Hyukie aku pergi dulu” Ucap Myung Soo sembari melangkahkan kakinya menjauhi kedua orang itu, mencoba menghindar untuk bertemu dengan Soo Ra 

“Hiya L! Tunggu dulu, kau ini” 

‘Sikapmu yang dingin seperti ini, aku sungguh membencinya. Oppa kembalilah bersikap seperti dulu, please. Meski aku sedikit terganggu oleh sikapmu yang dulu namun itu lebih baik, daripada dirimu yang sekarang. It Hurts oppa’ Gumam Soo Ra dalam hati #AkuTuhGaBisaDiginiin :v Authornya ikutan kata” yg lagi ngetrend -_- #Bhaq *Abaikan ^^ 

“Biarkan saja dia, Hyukie” Ucap Min Ho yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana bersama yeo-dongsaeng di sampingnya, Choi Ji Hyun. 

“Prince Ho?” 

“Kalian itu dari dulu sampai sekarang selalu saja bersama, apa aku selalu tak dianggap?” 

“Bukan begitu Prince Ho, aku selalu bersama denganmu juga kok” 

“Ah sudahlah, aku cuma bergurau saja kok. Nugu?” Tanya Min Ho sambil menggerakkan bahunya seolah isyarat menunjuk Soo Ra yang ada di samping Min Hyuk. 

“Oh, aku lupa memperkenalkannya padamu. Kenalkan ini yeoja chingunya L” 

“Jeoneun Lee Soo Ra imnida” 

“Oh, jadi kau rupanya. Choi Min Ho, dan ige uri yeo-dongsaeng Choi Ji Hyun” 

“Yeoja chingu?” Tanya Ji Hyun 

“Ne” Jawab Soo Ra 

‘Yeoja waktu itu yang dikejar L oppa dan memilih meninggalkanku sendirian. Jadi dia, waktu itu aku tak terlalu jelas melihat wajahnya. Ah benar dia’ Gumam Ji Hyun dalam hati 

“Oppa, aku ke kelas dulu ya” Pamit Ji Hyun 

“Ne, hati-hati jangan salah masuk kelas Hyunnie” Ucap Min Ho 

“Ne oppa” Lalu Ji Hyun pun berlalu dari hadapan mereka 

“Apa kau tau, L itu sangat sulit jatuh cinta. Dan kau yeoja pertama yang dipilihnya. Aku harus berterimakasih padanya, karena dia aku bertemu dengan Krystal” 

“Krystal?” Tanya Soo Ra heran 

“Ne, she is my girl friend” Jawab Min Ho 

“Prince Ho, apa kau sudah daftar ulang ke ruang guru?’ 

“Belum hehe, aku hanya ingin cepat-cepat bertemu kalian” 

“Kau ini, sekarang kau pergi ke ruang guru. Dari sini, lurus lalu belok kanan lurus lagi, dan belok kiri. Di situ ada ruang guru” 

“Tidak bisakah kau mengantarku untuk pergi ke sana?” 

“Ani, permintaan ditolak. Aku sibuk sekarang, Soo Ra kajja kita ke kelas” Ajak Min Hyuk, mereka pun berjalan cepat meninggalkan Min Ho 

“Hiya! Hyukie, kau tak setia kawan. Membiarkan chingumu yang tampan ini sendirian, dasar kau!” Lalu Min Ho pun pergi ke ruang guru, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Min Hyuk 



“Apa kalian selalu seperti ini? Hosh hosh” Tanya Soo Ra yang sampai di kelas yang masih sepi dengan sedikit kecapean setelah berlari bersama Min Hyuk untuk mengerjai temannya itu. 

Min Hyuk mendekati bangkunya, begitu juga Soo Ra. Dia meletakkan ranselnya di atas meja. 

“Ne, beginilah kami. Haha” 

“Aku masih tak mengerti, kenapa kau memanggil Min Ho dengan sebutan Prince Ho?” Tanya Soo Ra 

“Itu karena, dulu dia adalah pangeran di antara kami” 

“Maksudmu?” 

“Dia selalu menjadi yang terbaik di antara kami, namun semua itu berubah saat eommanya meninggalkannya. Nilai sekolahnya jadi menurun dan sering bolos, jika libur dia hanya mengurung diri di kamarnya. Myung Soo yang saat itu dijodohkan dengan Krystal, tapi dia tak menyukainya. Jadi dia mencoba mengenalkan Min Ho pada Krystal, dan saat itu juga dimulailah cerita antara mereka berdua. Mereka fall’in love, dengan L si Peri Cinta, hingga akhirnya membuat Min Ho seperti semula. Berbeda dengan yang dulu, L kini menyusul Min Ho dalam segala hal. Tapi itu tak membuat hubungan kami retak, malah kami menjadi sangat akrab” Cerita Min Hyuk panjang lebar 

“Oh begitu, ternyata L oppa... Aku” 

“Kau pasti merasa bersalah padanya kan?” 

“Ba-bagaimana kau bisa tau?” 

“Aku adalah tempatnya untuk mendengarkan masalah yang dihadapinya, bisa dibilang aku ini konsultannya. Aku mengetahui segalanya tentang L, tapi itu juga tidak semuanya” 

“Aku ingin minta maaf padanya agar hubungan kami kembali seperti semula, tapi melihatnya seperti itu..” Soo Ra pun menggantungkan perkataannya 

“Gwenchana, semuanya akan kemabali normal Soo Ra. L juga berpikiran sama denganmu, tapi saat melihatmu diantar oleh namja tadi. Aku bisa merasakan kalau L itu jealous, dia juga terlalu gengsi untuk meminta maaf duluan padamu. Jika dia bersikap dingin, itu karena dia masih belum bisa melupakan kejadian itu, dia juga bilang tak ingin menyakitimu lagi karena sikapnya yang seperti itu. Untuk saat ini barkan saja dia, tapi kau harus tetap bersikap seperti biasanya” Saran Min Hyuk 

“Ne, gomawo Min Hyuk” 

“Cheonma” 

Lalu bel tanda masuk pun berbunyi dan semua murid termasuk Myung Soo memasuki kelas. Datanglah Jung seongsaenim dan Min Ho disebelahnya. 

Mereka pun memulai pelajaran, dan sepanjang jam pelajaran Myung Soo sama sekali tidak menganggap Soo Ra yang duduk di samping bangkunya. Dan hanya memperhatikan seongsaenim yang mengajar. 


ooOoo To Be Continued ooOoo

RCL SANGAT DIBUTUHKAN ^,^

My socmed \(^3^)/
FB --> Abfidan Akamyeong Mardiya
Twitter --> @kiya_elzara
IG --> @kiya_elzara Let's relationship with me! ^_~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

You Change My World | Chapter 6 –Jealous– Part 1

You Change My World | Chapter 5 –Special Date–

You Change My World | Chapter 2 –This Is Love–