You Change My World | Chapter 2 –This Is Love–


Author : Kiya Elzara
Main cast : Lee Soo Ra (OC), Kim Myung Soo/L (Infinite)
Support cast : Lee's Family, Kim's Family, other.
Genre : School life, Romance, Family, Happy
Rate : G
Lenght : Chapter
Cover by : Rosilah Everlastingfriend
Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka. Story = Mine & Casts = milik Tuhan
NB : Warning, typo’s every where! Don’t be siders! Don’t be plagiarist! Don’t forget to RCL, hargai author :D Hope you like it! ^_^

“...Thank you for loving me, thank you for watching me, thank you making me feeling like this...”

Chapter 2 –This Is Love–

Happy reading~
-
-
-
Entah karena terbawa suasana atau apa perlahan wajah namja itu mendekat pada yeoja di hadapannya dan chu~ Sebuah ciuman lembut berhasil mendarat di bibir Soo Ra.

Jantung Soo Ra berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia pun tersadar dan membelalakan matanya, tak percaya atas apa yang menimpa dirinya, lalu dia mendorong namja di hadapannya hingga jatuh tersungkur.

“Apa yang barusan kau lakukan! Kau mencuri first kiss ku!” Tukas yeoja itu dengan kemarahan. Perlahan butiran bening membasahi pipinya, kemudian Soo Ra berlari meninggalkan namja itu.

“Nunna tunggu!” Kata namja itu berdiri mencoba menghentikan. Tapi terlambat, yeoja itu telah menghilang dari pandangannya.

“Mianhae, aku tak bermaksud begitu. Itu bukan hanya first kiss mu nunna, aku juga dan gomawo telah mengobatiku” Gumam Myung Soo

Sesuatu bergetar dari saku celana namja itu. Ia mengambilnya dan menempelkan benda persegi itu pada telinganya.

“Moshi-moshi”

“[Myung Soo-ya kau di mana?]”

“Aku berada di Heongdam Park appa, di depanku ada sebuah danau”

“[Sebentar lagi appa sampai. Tunggu di sana, jangan ke mana-mana. Kau kan masih belum tahu daerah-daerah yang ada di kota Seoul, appa khawatir kau tersesat]”

“Nde appa, jangan khawatir aku bisa jaga diri. Aku kan sudah belajar karate dan pemegang sabuk hitam” Pip~ Telepon terputus.

Namja itu kemudian duduk di kursi, dia merasakan tangannya menyentuh sesuatu.

“Sapu tangan, plester dan buku? Oh iya, ini milik nunna tadi. Tapi dia kan mengobati lukaku, mungkin dia akan memberikan plester ini untukku. Aku harus mengembalikan sapu tangan dan buku ini kalau aku bertemu lagi dengannya” Lalu namja itu menempelkan plester di kepalanya yang terluka. Dan dilihatnya ada sebuah tulisan tertera di sapu tangan berwarna biru muda itu ‘LSR’.

“Mungkin ini nama nunna tadi. LSR nunna” Gumamnya sambil tersenyum

Kemudian Tn. Kim, appa dari namja tersebut sampai dan menghampiri putranya.

“Myung Soo-ya kenapa dengan kepalamu?” Tanya Tn. Kim sambil menunjuk luka di kepala putranya.

“Ah ini, tadi aku terpeleset dan kepalaku terbentur batu”

“Apa kita perlu ke rumah sakit?”

“Ani appa, gwenchana. Aku sudah mengobatinya tadi”

“Geurae. Sekarang kita pulang, kajja”
-
-
-
Terlihat seorang yeoja yang tengah berlari sambil menangis sepanjang jalan.

“Kalau tau akan berakhir seperti ini, aku takkan menolong namja tadi” Gerutu Soo Ra

“Seharusnya aku harus lebih berhati-hati dengan orang yang baru ku kenal. Ah ani, kenal saja tidak. Bisa-bisanya dia mencuri first kiss ku, tapi tadi aku merasakan hal yang aneh. Apa yang sebenarnya ku rasakan ini?” Monolog Soo Ra

Lalu yeoja itu sampai di depan sebuah rumah megah, dan dia memasuki rumah itu. Tentu saja, itu adalah rumahnya.
-
-
-
@Lee’s Family House
Yeoja itu menaruh asal ransel miliknya dan merebahkan diri di ranjang king size miliknya.

“Ah capek sekali, apa oppa belum pulang? Aku ingin bertanya sesuatu padanya”
Lalu dia mengambil benda persegi dari dalam ranselnya. Mencoba menelpon seseorang.

“[Yeobosseo]”

“Oppa, kau di mana sekarang?”

“[Aku sedang dalam perjalanan pulang. Wae? Apa kau merasa takut sendirian di rumah?]”

“Ani, sudah ku bilang aku bisa jaga diri. Cepatlah pulang oppa, ada yang ingin aku katakan padamu. Apa kencan butamu lancar? Apa saja yang oppa lakukan bersama Hye Jung eonni?”

“[Ne, tunggu saja sebentar lagi oppa akan sampai. Soal apa? Tentu saja, berjalan dengan baik. Aish, apa oppa harus menceritakan segalanya padamu eoh? Kau ini kepo, mau tau urusan orang lain saja]”

“Nanti saja, kalau oppa sudah sampai di rumah. Biar saja, Kepo is care!”

“Ne, up to you my sister” Pip~ Telepon pun terputus.

Soo Ra memejamkan matanya, dipikirannya masih teringat jelas ketika namja itu mencium dirinya dan jantungnya pun masih merasakan hal yang sama saat ini.

“Aish, apa yang ku pikirkan? Aku tak bisa melupakan kejadian itu. Mungkin lebih baik aku membaca buku”
-
-
-
“Aku pulang” Teriak seorang namja, tapi hening tak ada jawaban dari dalam rumah itu.

“Kemana dia? Tadi dia yang minta aku pulang cepat. Mungkin dia sedang membaca buku di ruangannya” Lalu namja itu menaiki tangga menuju lantai dua. Dan menemukan sebuah ruangan yang berpintukan kaca yang transparan, bisa dilihatnya seorang yeoja yang tengah terduduk serius membaca buku.

Lalu dia memasuki ruangan itu, terlihat begitu banyak buku tertata rapi di dalam rak buku berukuran besar, ini semua adalah buku koleksi Lee Soo Ra. Dari mana dia mendapatkan buku sebanyak ini? Dia membeli buku-buku ini dari uang hasil tabungannya, ada juga yang merupakan hadiah dari kegiatan sekolah dan pemberian dari appa, eomma dan oppanya.

“Hiya, Soo Ra!” Panggil Donghae, merasa namanya dipanggil dia pun meoleh.

“Nde? Ah oppa kau sudah pulang, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu”

“Geurae, bicaralah oppa akan mendengarkanmu”

“Oppa, apa oppa pernah merasakan jantung oppa berdetak tak beraturan dan bahkan lebih kencang daripada biasanya saat melihat seseorang?”

“Pernah, tapi kenapa kau menanyakan hal itu padaku? Apa jangan-jangan kau..”

“Iya, itulah yang sedang ku rasakan saat ini oppa. Tapi aku tidak tau dan tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Perasaan apakah ini oppa?”

“Mwo? Kau merasa seperti itu? Siapa orang yang kau lihat?”

“Ne, seorang namja yang tak ku kenal sebelumnya. Aku bertemu dengannya saat berada di taman. Saat itu dia...”

“Dia apa?”

“Ah ani, aku malu mengatakannya”

“Katakan saja, oppa takkan mentertawakanmu”

“Saat itu dia.. dia menciumku. Dia mencuri first kiss ku”

“Mwo? Bagaimana bisa, kau kan tak pernah dekat sekalipun dengan orang lain”

“Jangan salah paham oppa, saat itu dia sedang terluka di kepalanya. Dia bertanya padaku apakah ada sebuah klinik di sekitar taman itu. Dia ingin mengobati lukanya dengan pergi ke klinik tapi dia tak mengetahui di mana kliniknya. Aku tak mengetahui daerah itu, karena aku jarang berjalan-jalan ke luar. Lalu aku ingat aku membawa plester dan sapu tangan di ranselku, jadi aku mencoba menolongnya. Saat aku mengobatinya, kami saling memandang satu sama lain dan entah mengapa aku merasakan sesuatu yang aneh, dan dia mendekatkan wajahnya dan menciumku, aku marah dan meninggalkannya” Papar Soo Ra panjang lebar

Mendengar cerita dongsaengnya, Donghae hanya tersenyum.

“Kau jatuh cinta padanya Soo Ra-ya, mungkin dia juga merasakan hal yang sama”

“Mwo? Jatuh cinta. Impossible oppa, aku bahkan tak mengenalnya”

“Itulah yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Chukkae yeo-dongsaeng, kau akhirnya jatuh cinta pada seorang namja. Oppa kira selamanya kau akan jatuh cinta pada buku-buku tebalmu itu”

“Aish oppa. Oh iya, buku dan sapu tanganku” Soo Ra pun mencari kedua benda itu, memeriksanya di dalam ranselnya. Tapi dia tak dapat menemukannya.

“Apa kau yakin memasukannya kembali setelah mengobati namja itu?”

“Itu.. Ah nde, aku lupa kalau aku tadi terlalu marah dan langsung meninggalkan namja itu tanpa memasukan buku dan sapu tangan ku. Aku akan pergi ke taman”

“Andwae, ini sudah terlalu larut. Besok saja kau mencarinya, oppa akan membantumu”

“Tapi kalau besok bisa-bisa ada orang yang menemukannya lebih dulu”

“Belum tentu juga kalau sekarang kau ke sana dan menemukannya”

“Eottokhae, buku itu baru aku beli kemarin dan aku bahkan belum selesai membacanya. Sapu tangan itu eomma yang membuatkannya untukku dengan tulisan inisial namaku ‘LSR’. Kalau aku menghilangkannya eomma pasti akan marah”

“Sudahlah, sekarang kita istirahat. Oppa capek, oppa mau tidur dulu ne” Lalu Donghae berlalu dari pandangan Soo Ra dan keluar dari ruangan itu.

“Oppa benar, mungkin besok saja aku mencarinya. Sekarang aku harus istirahat” Lalu pintu ruangan tersebut terbuka dan menampakkan seorang namja dengan sebuah buku di tangannya.

“Ada apa oppa? Kenapa kau kembali lagi?”

“Soo Ra-ya, ini buku yang oppa janjikan. Sekarang hutangku lunas”

“Gomawo-yo oppa, kau benar-benar menepati janjimu”

“Tentu saja, aku akan selalu menepati janjiku”
-
-
-
@Heongdam Park
Sudah berjam-jam Soo Ra mencari buku dan sapu tangannya di taman sejak dia pulang sekolah dengan dibantu oleh oppanya karena dia sudah selesai dengan tugasnya di sekolah. Donghae bekerja sebagai guru olahraga di sekolah Soo Ra dan Tn. Lee appa Soo Ra adalah pemilik sekolah tersebut, Kyunghee High School.

“Oppa, apa kau menemukannya?”

“Belum Soo Ra-ya”

“Eottokhae, kita sudah mencarinya berjam-jam tapi belum menemukannya”

“Lebih baik kita menyerah saja, lagi pula buku itu kita bisa membelinya lagi. Oppa akan membelikannya untukmu, dan sapu tangan itu kau harus menjelaskannya pada eomma”

“Ne, oppa” Lalu mereka pun pergi meninggalkan taman itu.
-
-
-
@Kim’s Family House
Terlihat seorang namja tengah sibuk membaca sebuah buku tebal.

“Myung Soo-ya, tolong bantu eomma membereskan barang-barang. Kemarin belum selesai karena eomma dan appa ada kepentingan mendadak” Ujar Ny. Kim

Keluarga Kim baru saja pindah dari Jepang dan kini mereka menetap di Korea. Sebenarnya mereka berasal dari Korea, namun karena pekerjaan Tn. Kim yang super sibuk sebagai pengusaha jadi mereka menetap di Jepang agar memudahkan hubungan antara keluarga dan pekerjaannya. *Paham maksudku kan? :D

“Ne eomma, segera setelah aku selesai membaca buku ini” Jawab Myung Soo

“Hyung, sejak kapan hyung suka membaca buku setebal ini? Bukankah hyung paling membencinya. Hyung pernah bilang kalau membaca itu membosankan” Tanya Myung Joo heran karena ini pertama kalinya dia melihat hyung nya seserius itu membaca buku.

“Aish kau ini Myung Joo-ya, jangan ganggu hyung. Hyung berkata seperti itu karena hyung sedang malas membaca, tapi kini hyung paling tidak sedikit suka membaca, dengan membaca wawasan kita bertambah. Bukankah ada pepatah mengatakan buku adalah gudangnya ilmu dan membaca adalah kuncinya” Jelas Myung Soo kepada dongsaengnya itu.

“Geurae, aku takkan mengganggumu hyung. Sok bijak” Gumam Myung Joo

“Apa kau bilang?”

“Ah ani, bukan apa-apa. Teruskan saja kegiatan membacamu hyung dan setelah itu bantu aku dan eomma”

“Aku selesai, sini biar aku bantu”

“Cepat sekali hyung membaca buku setebal itu, apa hyung benar-benar membacanya?”

“Aku benar-benar membacanya Myung Joo-ya! Apa hyung mu ini harus membuktikannya sekali lagi eoh. Hyung membacanya dua hari, sejak kemarin dan baru selesai sekarang itu juga karena aku tak punya kerjaan jadi aku membacanya terus”

“Sudahlah jangan bertengkar, tak di Jepang di Korea pun sama. Kalian seperti Tom and Jerry saja”

“Ne, eomma” Jawab kakak beradik itu serempak.

“Geurae, aku percaya padamu hyung”

“Begitulah seharusnya”

Myung Joo adalah adik dari Myung Soo mereka berbeda delapan tahun, saat ini Myung Joo masih sekolah dasar.
-
-
-
“Myung Soo-ya, Myung Joo-ya appa dan eomma sudah mengurus surat kepindahan sekolah kalian dan mungkin lusa kalian baru bisa berangkat sekolah”

“Ne, eomma” Jawab keduanya

“Oh iya, appa lupa memberitahu kalian sesuatu. Besok sore kita akan berkunjung ke rumah teman lama appa dan eomma, jadi kalian jangan pergi ke mana-mana dan jangan lupa memakai pakaian yang rapi dan sopan”

“Ne, appa”
-
-
-
@Lee’s Family House
“Kami pulang” Teriak Donghae dan Soo Ra kompak

“Ke mana saja kalian, baru pulang jam segini?” Tanya Tn. Lee mencoba mengintrogasi

“Mianhae appa, tadi aku dan Soo Ra mencari sesuatu yang hilang”

“Apa yang kalian cari?”

“Itu..” Jawab Donghae terbata

“Bukuku dan sapu tanganku yang hilang appa” Jawab Soo Ra memotong perkataan oppanya

“Sapu tangan yang mana?” Tanya Ny. Lee yang baru saja keluar dari kamar.

“Mianhae eomma, itu sapu tangan pemberian eomma waktu ulang tahunku tahun lalu” Jawab Soo Ra dengan menundukkan pandangannya

“Gwenchana Soo Ra-ya, eomma bisa membuatkannya lagi untukmu. Tapi kalau sampai kau menghilangkannya lagi eomma tidak akan mau lagi membuatkannya”

“Jinja-yo eomma memaafkan aku?” Tanya Soo Ra

“Hmm” Jawab Ny. Lee dengan disertai anggukan

“Gomawo-yo eomma, ku pikir eomma akan marah dan takkan memaafkanku”

“Kalau itu yang kau mau, eomma akan lakukan”

“Ani-yo eomma, aku tak mau eomma lakukan itu. Saranghae eomma” Jawab Soo Ra sembari memeluk eomma tercintanya itu.

“Besok kalian tak boleh pulang terlambat lagi, karena kita kedatangan tamu” Pinta Tn. Lee

“Ne, appa”
-
-
-
@Lee’s Family House
Benar saja keesokan harinya Donghae dan Soo Ra menepati janji pada appanya, mereka pulang lebih cepat. Mereka semua mempersiapkan hidangan dan membereskan rumah mereka yang bahkan sudah rapi agar lebih nyaman dan indah dilihat.

Tiing tong~
Suara bel rumah mereka berbunyi menandakan bahwa tamu yang mereka tunggu telah datang.

“Donghae-ya bisa kau bukakan pintunya” Pinta Ny. Lee

Lalu Donghae berjalan menuju pintu depan dan membukakannya, dilihatnya sepasang suami istri yang kira-kira seumuran dengan appa dan eommanya dengan dua orang namja yang lebih muda darinya.

“Annyeong haseyo!” Sapa Ny. Kim

“Annyeong, silahkan masuk” Kata Donghae sopan

“Pasti kau putra sulung dari Lee Min Woo, karena kau tampan dan mirip sepertinya. Nugusseo?” Tanya Tn. Kim

“Ne, ahjussi. Jeoneun Lee Dong Hae imnida”

“Apa orang tua mu ada?”

“Ne, mereka sedang menunggu di dalam. Silahkan masuk”

Lalu mereka pun masuk ke dalam.

“Aigoo siapa ini, kalian sudah sampai. Inilah rumah kami” Kata Tn. Lee

“Dari dulu sampai sekarang kalian tak berubah, selera kalian masih sama dan aku dengan istriku pun begitu. Benarkan chagi?”

“Ne, yeobo”

“Mari silahkan duduk” Ny. Lee mempersilahkan tamunya untuk duduk di kursi yang telah tersedia dengan hidangan yang begitu banyak di meja makan.

“Jadi ini, putra sulungmu Kim Tae Joo? Dia tampan sepertimu. Nugusseo?” Tanya Tn. Lee

“Jeoneun Kim Myung Soo imnida” Jawab Myung Soo

“Namja kecil yang imut ini, nugusseo?” Tanya Ny. Lee sambil mencubit pipi Myung Joo karena gemas.

“Jeoneun Kim Myung Joo imnida. Ahjumma jangan mencubitku, appo-ya” Jawab Myung Joo. Mendengar apa yang dikatakan Myung Joo semuanya tertawa karena melihat ekspresi namja kecil itu yang menggemaskan.

“Hee hee, mianhae Myung Joo-ya” Jawab Ny. Lee

“Dan mana putri bungsumu itu Lee Min Woo? Aku tak melihatnya” Tanya Tn. Kim

“Oh ne, dia mungkin sedang berganti baju. Tunggulah sebentar, dia cantik seperti istriku” Jawab Tn. Lee

Lalu Soo Ra keluar dari kamarnya dan menuruni tangga menuju ruangan tempat tamu mereka berada.

Semua orang tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, para orang tua tengah berbincang-bincang segala hal di masa lalu yang mereka alami, mereka sungguh merindukan masa-masa mereka sekolah dulu. Ketika belajar, berteman, percintaan dan segalanya.

Myung Soo tengah sibuk memainkan ponselnya, Myung Joo memainkan PSP nya dan Donghae dia sedang menerima telepon dari seseorang.

“Oh itu dia, putriku” Kata Tn. Lee menunjuk Soo Ra yang baru masuk, mendengar apa yang dikatakan Tn. Lee semua orang langsung melihat ke arah pintu masuk ruangan itu.

“Wah dia benar-benar cantik sepertimu Ny. Lee” Kata Ny. Kim yang terpesona akan penampilan Soo Ra. Bahkan semuanya memandang Soo Ra dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.

“Sepertinya aku pernah melihatnya” Gumam Myung Soo dalam hati

“Annyeong, jeoneun Lee Soo Ra imnida” Ucap Soo Ra memperkenalkan diri. Lalu dia duduk di kursi kosong yang telah tersedia, berhadapan dengan Myung Soo. Lalu dia memandang ke depannya, tatapan mereka saling bertemu.

“Neo!?” Kata Myung Soo dan Soo Ra berbarengan

“Apa kalian berdua pernah bertemu?” Tanya Tn. Lee

“Ne, apa. Kami bertemu di taman, dia...” Kata Soo Ra terhenti, dia tak mungkin menyebutkan kalau Myung Soo menciumnya kan.

“Dia menolongku mengobati luka di kepalaku, benarkan Soo Ra-ya” Kata Myung Soo mencoba membantu Soo Ra menjawab pertanyaan Tn. Lee

“Ah ne, saat aku menjemput Myung Soo di taman aku lihat ada luka di kepalanya dan telah diobati. Gomawo-yo Soo Ra-ya kau telah menolong uri Myung Soo” Kata Tn. Kim berterimakasih.

“Baguslah kalau kalian sudah kenal, kurasa kalian cocok” Ucap Ny. Lee

“Apa maksud eomma?” Tanya Soo Ra yang tak mengerti apa yang sedang dibicarakan eommanya itu.

“Kalian akan dijodohkan, dan ini pertemuan pertama mengenai perjodohan itu” Kata Ny. Kim menerangkan

“Mwo!?” Soo Ra dan Myung Soo terkejut mendengar apa yang dikatakan Ny. Kim

“Tapi eomma...” Ucap Myung Soo

“Kami semua sudah setuju, dan pertunangan kalian akan diadakan setelah kalian lulus” Kata Tn. Kim memotong pembicaraan Myung Soo.

“Arrasseo” Kata Myung Soo dan Soo Ra yang hanya mengangguk pasrah atas apa yang diterimanya.

Mereka makan bersama dan saling berbincang kembali, tapi Soo Ra dia adalah orang yang terlalu bosan untuk berbincang dan mendengarkan perbincangan dengan orang-orang. Dia pun memilih untuk meninggalkan ruangan itu dan pergi ke ruangan pribadi miliknya untuk membaca setelah sebelumnya dia berpamitan kepada orang-orang yang ada di sana.

Myung Joo kini telah tertidur di sofa yang berada di ruang tamu, Donghae sedang mengetik tugasnya di kamarnya. Dan orang tua mereka sedang berbicara panjang lebar, entah apa yang mereka bicarakan hingga kini belum selesai juga.

Karena merasa bosan Myung Soo memilih untuk berjalan-jalan dan meminta izin untuk melihat-lihat rumah besar milik keluarga Lee ini. Dia pun melangkahkan kaki melihat-melihat benda apa saja yang ada di kediaman calon tunangannya ini. Dia pun menaiki tangga, dia melihat sesuatu yang sangat menarik. Ruangan dengan pintu kaca yang transparan bisa dilihatnya di ruangan tersebut yang banyak buku yang tertata rapi dalam rak buku yang besar. Saat dia masuk, ada seorang yeoja yang tengah serius membaca buku. Dia pun menghampirinya.

“Apa semua ini milikmu nunna?” Tanya seorang namja yang membuat Soo Ra berhenti membaca dan menoleh ke sumber suara yang didenganya itu.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini Myung Soo-ya?” Tanya Soo Ra yang memilih tak menjawab pertanyaan Myung Soo

“Apa yang sedang ku lakukan? Aku sedang berkeliling melihat-lihat rumahmu. Dan aku menemukan tempat yang sangat menarik di sini, ruangan pribadi yang dipenuhi oleh buku-buku tebal. Apa ini semua milikmu nunna?”

“Jangan memanggilku nunna, aku bahkan lebih muda darimu Myung Soo. Ne, semua ini milikku. Wae?”

“Aku hanya bertanya. Geurae, aku harus memanggilmu apa? Soo Ra-ya, chagi, baby, honey. Ah baby mungkin terdengar cocok untukmu”

“Ciih, aku bahkan tak menyukai itu. Ku dengar kau dijodohkan dengan beberapa yeoja sebelumku. Tapi kenapa kau tak melanjutkan pertunanganmu dengan yeoja-yeoja itu?”

“Aku masih belum menemukan orang yang cocok denganku, dan aku tak menyukai mereka sedikit pun. Aku cuma tak ingin mengecewakan orang tuaku dan hanya bermain-main saja dengan mereka. Setelah mereka bosan karena aku tak menanggapi mereka, mereka akan melepaskanku”

“Jadi kau juga mencium mereka seperti yang kau lakukan padaku?”

“Ani, aku belum mencium seorang yeoja pun kecuali eommaku. Kau lah yeoja yang pertama kali mendapatkan itu. Waktu itu kau bila aku mencuri first kiss mu? Aku akan bertanggung jawab atas itu karena kini aku mulai tertarik denganmu”

ooOoo To Be Continued ooOoo

My socmed \(^3^)/
FB --> Abfidan Akamyeong Mardiya
Twitter --> @kiya_elzara
IG --> @kiya_elzara Let's relationship with me! ^_~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

You Change My World | Chapter 6 –Jealous– Part 1

You Change My World | Chapter 5 –Special Date–