You Change My World | Chapter 4 –Not Alone–

Author : Kiya Elzara
Main cast : Lee Soo Ra (OC), Kim Myung Soo/L (Infinite)
Support cast : Lee's Family, Kim's Family, other.
Genre : School life, Romance, Family, Happy
Rate : G
Lenght : Chapter
Cover by : Rosilah Everlastingfriend
Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka. Story = Mine & Casts = milik Tuhan
NB : Warning, typo’s every where! Don’t be siders! Don’t be plagiarist! Don’t forget to RCL, hargai author :D Hope you like it! ^_^

“...Thank you for loving me, thank you for watching me, thank you making me feeling like this...”


Chapter 3 –You Are My Hero– https://kiyaazuki.blogspot.co.id/2016/06/you-change-my-world-chapter-3-you-are.html

Chapter 4 –Not Alone–

Happy reading~
-
-
-
Lalu mereka pun pergi ke klinik untuk mengobati luka mereka. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam tak bersuara, hingga akhirnya Myung Soo membuka pembicaraan.

“Baby, bagaimana bisa ketiga ahjussi tadi mengejarmu?”

“Tadinya aku mau pulang menggunakan taksi, tapi tak ada satu taksi pun yang melintas. Lalu aku bermaksud untuk pulang dengan berjalan kaki melalui jalan pintas, tapi saat aku akan melewati sebuah gang aku melihat ketiga ahjussi tadi. Aku berbalik untuk menggunakan jalan yang lain, tapi nampaknya mereka melihatku. Aku pun berlari, mereka terus saja mengejarku. Akhirnya aku meminta bantuan kepada oppa ku namun aku salah sambung dan malah menghubungimu, sebelum kau datang aku berusaha melawan mereka dengan balok kayu untuk menyelamatkan diri. Aku pun berhasil lolos, namun aku tertangkap dan dikepung. Dan saat itulah kau datang menolongku. Gomawo-yo Myung Soo-ya!” Papar Soo Ra

“Kan sudah ku bilang kalau jam segini sulit untuk mendapatkan taksi, tapi kau malah menolak tawaranku untuk pulang bersama. Sebenarnya aku juga khawatir saat meninggalkanmu sendirian. Tapi saat kau menolak tawaranku, ku pikir kau akan baik-baik saja. Dan kenyataan yang sebenarnya kau membutuhkanku. Ne, cheonma. Kau seharusnya memanggilku L seperti yang kau ucapkan beberapa menit yang lalu”

“Ne, arrasseo. Aku hanya tak sengaja mengucapkannya. Dan kau jangan memanggilku baby, aku tak suka”

“Biar saja, lagi pula kau kan calon tunanganku”

“Kita kan baru calon, lagi pula itu juga belum tentu kita akan bertunangan”

“Aish, kau ini. Jadi kau tak ingin melanjutkannya? Baiklah coba saja kalau kau bisa, karena aku sudah terlanjur tertarik padamu. Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku terlebih dahulu”

“Aku pasti bisa melakukannya. Geurae, lakukan saja”

“Aish jinja kau ini”
-
-
-
Kini mereka hanya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, Myung Soo tengah fokus menyetir dan Soo Ra melihat ke luar kaca mobil memandangi sepanjang jalan kota Seoul yang indah dengan tatapan kosong. Lalu mereka sampai di sebuah klinik dan mereka mengobati luka mereka masing-masing. Mengingat perdebatan mereka yang baru saja terjadi, membuat hubungan mereka sedikit terganggu jadi tidak dapat mengobati satu sama lain seperti yang telah mereka katakan sebelumnya.

“Aku akan mengantarmu pulang”

“Andwae, aku bisa sendiri”

“Kali ini kau tak boleh menolak tawaranku, aku khawatir sesuatu terjadi padamu seperti tadi. Jadi mau tidak mau aku akan tetap mengantarmu pulang. Arra!?”

“Ne, arrasseo. Aku menerima tawaranmu bukan berarti kita damai eoh!?”

“Geurae, kajja” Lalu Myung Soo pun mengantarkan Soo Ra pulang ke rumahnya.
-
-
-
@Lee’s Family House
Kini mereka sampai di depan gerbang rumah yang megah milik keluarga Lee yang merupakan tempat tinggal Soo Ra pastinya.

“Sudah sampai” Ucap Myung Soo

‘Eh kenapa dia tak segera turun?’ Gumam Myung Soo dalam hati

Lalu dia melihat ke samping jok kemudi untuk melihat Soo Ra. Dilihatnya Soo Ra yang tengah tertidur pulas.

“Yah dia malah tidur”

Lalu Myung Soo mendekati Soo Ra dan menyingkirkan helaian rambut Soo Ra yang menghalangi wajahnya.

“Manis” Ucap Myung Soo tanpa disadarinya

“Eottokhae? Tidak mungkin kalau aku membangunkannya kan, mungkin lebih baik jika aku menggendongnya saja” Lalu Myung Soo menggendong Soo Ra dan memasuki rumah Soo Ra.

“Ternyata kau berat juga, baby”
-
-
-
Tiing Tong~ Bel berbunyi

“Donghae-ya, bisa tolong kau lihat siapa yang datang” Pinta Ny. Lee

“Ne, eomma. Siapa yang datang malam-malam begini, apa mungkin itu Soo Ra? Aish anak itu, awas saja kalau itu dia. Aku akan memarahinya, kenapa dia malah menonaktifkan ponselnya membuatku khawatir saja”

Lalu Donghae melihat dari layar kecil yang terletak di samping pintu untuk melihat siapa yang datang, dan benar saja itu adalah Soo Ra.

‘Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia malah pulang digendong Myung Soo’ Gumam Donghae dalam hati. Lalu dia pun membuka pintunya.

“Annyeong hyung!” Sapa Myung Soo

“Ne, annyeong silahkan masuk. Kenapa Soo Ra kau gendong?” Tanya Donghae heran

“Dia ketiduran di mobilku, mungkin dia lelah. Soalnya tadi dia dikejar-kejar tiga orang ahjussi”

“Mwo? Bagaimana bisa? Tangannya, kenapa dengan tangannya? Dan bibirmu kenapa?” Tanya Donghae yang terkejut melihat keadaan Soo Ra dan Myung Soo.

“Aku akan menceritakannya. Tapi hyung, aku harus menidurkan Soo Ra di mana?”

“Oh ne, mianhae. Pasti dia beratkan? Bawa dia ke kamarnya, ada di atas”

“Oh ne hyung” Lalu Myung Soo membawa Soo Ra ke kamarnya

“Wae? Apa yang terjadi?” Tanya Tn. Lee

“Molla-yo appa, Myung Soo yang akan menceritakannya”
-
-
-
Myung Soo membuka pintu kamar Soo Ra dan menidurkannya, tapi saat Myung Soo hendak pergi Soo Ra malah menarik tangan Myung Soo.

“L jangan tinggalkan aku” Ucap Soo Ra lirih

“Nde?”

“Jangan tinggalkan aku, aku takut. Stay here, please!”

“Kau tak perlu takut baby, kau sedang berada di kamarmu” Jelas Myung Soo sambil mengelus-elus rambut Soo Ra dan Soo Ra pun terdiam kembali dalam tidurnya dan Soo Ra melepaskan tangan Myung Soo.

“Aish ternyata hanya mengigau. Barusan dia bilang L? Dia memanggilku L, apa dia sedang memimpikanku?” Ucap Myung Soo sambil tersenyum-senyum sendiri, lalu dia pun kembali menemui Donghae.
-
-
-
Myung Soo menceritakan kepada Tn. dan Ny. Lee serta Donghae, peristiwa yang membuat Soo Ra dan dirinya terluka secara detail yang dia ketahui.

“Gomawo-yo Myung Soo-ya! Mungkin jika kau tak menolongnya, Soo Ra pasti lebih terluka lagi” Ucap Tn. Lee yang sangat berterimakasih.

“Ahjussi terlalu berlebihan, ini sudah menjadi tugasku. Aku harus menjaga calon tunanganku”

“Ne, tapi kau panggil saja abeoji dan eommonim nde?” Pinta Ny. Lee

“Ah ne, abeoji eommonim”

“Georeom, hari sudah larut malam aku mau pulang, nanti orang tuaku mengkhawatirkanku. Eommonim abeoji, annyeong!” Pamit Myung Soo kepada calon mertuanya itu.

“Ne, annyeong!” Jawab Tn. Lee

“Berhati-hatilah saat mengemudi ne, ini sudah malam!” Pesan Ny. Lee

“Ne, eommonim”

“Donghae-ya, kau antar sampai depan calon adik iparmu itu ne?” Pinta Tn. Lee

“Ne, appa” Lalu Donghae mengantar Myung Soo sampai depan rumah keluarga Lee.
-
-
-
“Myung Soo-ya, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Ne hyung, silahkan”

“Apa kau benar-benar mencintai Soo Ra?”

“Ne, aku sangat mencintainya hyung. Bahkan saat pertama kali bertemu dengannya di taman”

“Lalu itu sebabnya kau menciumnya?”

“Ba-bagaimana hyung tahu?”

“Soo Ra itu selalu mencurahkan isi hatinya kepada ku, dia tidak mempunyai teman seorang pun, karena akulah satu-satunya yang dia miliki untuk tempat dia bersandar. Dia menceritakan semuanya, dan dia juga berkata kalau dia merasa ada yang aneh. Jantungnya berdetak kencang saat dia pertama kali bertemu denganmu dan saat kau menciumnya detakan jantungnya bertambah lebih kencang dan tak karuan” Papar Donghae

“Ja-jadi dia juga mencintaiku?”

“Hmm. Karena kalian telah dijodohkan, aku mau minta kau untuk selalu menjaganya. aku senang sekali saat tahu bahkan orang yang dijodohkan dengannya adalah kau Myung Soo-ya”

“Ne, hyung. Tapi kenapa Soo Ra bersikap sedikit dingin kepadaku?”

“Itu karena dia masih belum sadar kalau dia mencintaimu”

“Jadi apa yang harus ku lakukan hyung?”

“Jangan tanyakan padaku. Kau pasti sudah mengetahuinya apa yang harus kau lakukan”

“Oh ne, hyung”

“Jika kau membutuhkan bantuanku, aku akan siap membantumu”

“Ne hyung, gomawo”

Lalu Myung Soo pun berlalu meninggalkan Donghae.

“Aku percayakan Soo Ra padamu Myung Soo-ya, kau pasti bisa menjaganya. Good luck!”
-
-
-
@ Kyunghee Senior High School
Jadwal pelajaran hari ini adalah bagian musik dan olahraga, murid kelas XI-A mulai memasuki ruang musik, mereka bersiap-siap karena hari ini ada tes praktek dari Park Seongsaenim.

“Annyeong haseyo, anak-anak!” Sapa Park Seongsaenim

“Annyeong, seongsaenim!” Jawab semua murid serempak

“Sekarang mari kita mulai tesnya, mulai dari Eun Ji”

“Ne, seongsaenim”

Lalu satu per satu murid menyanyikan lagu yang telah disiapkannya, kini tiba giliran Soo Ra.

“Lee Soo Ra” Panggil Park Seongsaenim

“Ne, seongsaenim”

Soo Ra melangkahkan kakinya menuju piano yang tersedia, dia akan bernyanyi sambil memainkan piano tersebut. Ya, Soo Ra pandai dalam memainkan alat musik, terutama piano. Dia sangat menyukai melodi yang dihasilkan oleh setiap tuts piano tersebut.

Perlahan dia mulai memainkan melodi dari setiap tuts yang dia tekan, hingga tercipta sebuah alunan musik yang indah, dia pun mulai bernyanyi.

Have you ever imademo, shinjiteirunoyo
Ai wa, hada hitori, minoraseruto
Hoshigaru koto sae, imakudekenaikedo
Demone, sore demone, wakattamo

Not alone, not alone Kotae no nai omoimo
Not alone, kiesouna No opso ontajimo
Kimi no tame, saita hana nano So I'm not alone~

~(SNSD – Not Alone)~

Lagu yang dia bawakan akhirnya selesai, Myung Soo yang melihat permainan Soo Ra begitu takjub.

‘Yeoja itu siapa sebenarnya dia? Dia bisa berbahasa Jepang? Pintar, cantik, kutu buku, pandai bernyanyi dan bermain alat musik. Tapi dia tidak mempunyai seorang teman pun?’ Gumam Myung Soo dalam hati

Soo Ra pun duduk untuk melihat penampilan murid yang lainnya. Lalu Park Seongsaenim memanggil murid yang lainnnya. Dan kini bagian murid terakhir.

“Kim Myung Soo” Panggil Park Seongsaenim

“Ne, seongsaenim”

Lalu Myung Soo mengambil sebuah gitar, dia akan bernyanyi sambil memainkan gitar. Perlahan dia memetik senar gitarnya dan dia pun mulai bernyanyi.

Amudo nunchi mot chaegekkeum
Neoreul humchyeo boneun ge nae beoreusi doeeotgo
Gakkeum neowa nuni majuchil ttaemyeon
Amureochi anheun yeongil haneun baeuga doeeosseo
Action, daetteum neoege gaseo
Mareul geonnaeneun sangsangdo yeoreo beon haebwa
Geunde wae nan neul neoga nae apeman
Omyeon eoreo beorineun geolkka?
I don’t know why, girl O nae heeoseutaildo
Dareun namjadeulboda gwaenchanko
Eoje saero san syeocheu saeksangdo
Pureun haneulgwa wanbyeokhan dekalkomani
Oneureun nae jajonsimeul kkeokkgo
Neoege gobaekhago
Sipjiman swipji anchi nan geujeo meonghani
Dareun goseul barabwa~

~(Infinite H - Special Girl)~

Kini semuanya telah selesai melakukan tes, dan saatnya pelajaran olahraga oleh Lee Seongsaenim atau bisa disebut oppa nya Soo Ra, Lee Dong Hae.

Semua telah berkumpul di lapangan setelah sebelumnya berganti pakaian dengan pakaian olahraga. Olahraga kali ini adalah lari estapet dengan membawa kayu kecil.

“Baik anak-anak, permainan sekarang dibutuhkan kerja sama. Setiap kelompok terdiri dari dua orang, satu orang namja dan satu orang yeoja. Jadi sekarang carilah rekan kalian” Perintah Lee Seongsaenim

Semua murid telah menemukan masing-masing pasangannya. Dan Soo Ra dia berpasangan dengan Myung Soo, kenapa bisa seperti itu? Karena Soo Ra tidak menemukan seorang teman pun, ya dia terlalu pemalu untuk mencari rekan bermainnya. Dan Myung Soo, sebenarnya banyak yeoja yang berebut untuk menjadi rekannya namun semua itu dia tolak dan menginginkan rekannya itu Soo Ra.

Kini permainan pun di mulai dengan diawali oleh namja, semua di garis start dan door permainan di mulai.

Myung Soo berlari dengan cepat meninggalkan namja lainnya yang merupakan musuhnya. Dan menuju Soo Ra yang telah bersiap menerima kayu kecil dari Myung Soo, lalu dia memberikannya. Dan giliran Soo Ra yang berlari, kini dia menuju garis finish dan dia berhasil melewati garis finish di posisi pertama.

Lalu Soo Ra dan Myung Soo ber Hi-Five dan tertawa bahagia. Murid-murid lain melihat aneh atas apa yang baru saja mereka lihat, keakraban Soo Ra dan Myung Soo.

‘Ada apa dengan yeoja itu? Dia tak tampak seperti biasanya, bahkan saat seseorang mendekatinya dia menolak. Tapi sekarang, dia begitu ceria dan ramah. Ya sudahlah, lebih baik dia seperti itu’ Gumam seorang namja

‘Ada angin apa yang membuat Soo Ra-ssi begitu akrab dengan namja baru itu?’ Gumam seorang yeoja

Donghae yang melihat keakraban yeo-dongsaengnya dengan calon adik iparnya pun tersenyum manis.

Kini semuanya pun bergegas untuk pulang karena jam pelajaran telah selesai. Tapi masih ada tugas Fisika yang belum Soo Ra kerjakan. Ya, lagi-lagi ini adalah tugas kelompok dan dia satu kelompok dengan Myung Soo lagi? Lalu mereka pun menuju rumah Myung Soo untuk mengerjakan tugasnya yang setelah sebelumnya Soo Ra pulang untuk berganti baju.
-
-
-
@Kim’s Family House
“Aku pulang!” Teriak Myung Soo yang baru saja sampai di rumahnya bersama Soo Ra yang mengekor di belakang. Lalu Myung Soo naik ke atas menuju lantai dua tempat kamarnya berada.

“Annyeong haseyo ahjumma!” Sapa Soo Ra

“Ne, annyeong Soo Ra-ya. Bagaimana sekolahmu?” Tanya Ny. Kim

“Baik seperti biasa ahjumma”

“Jangan panggil ahjumma, panggil saja eommonim nde?”

“Oh ne, eommonim”

“Tidak seperti biasanya kau mampir seperti ini, apa yang akan kalian lakukan?"

“Kami mau mengerjakan tugas eommonim”

“Sering-seringlah datang kemari, eommonim kesepian. Karena hanya anak-anak eommonim yang tampan-tampan menemani eommonim dan tak ada yeoja cantik yang menemani di sini. Tadi eommonim membeli beberapa snack untuk camilan ambil saja di meja jika kau lapar”

“Oh, ne”

“Soo Ra-ya, kau naik saja ke lantai dua. Mungkin Myung Soo sedang menunggumu di kamarnya”

“Georeom, aku naik dulu ne eommonim”

“Ne”

Lalu Soo Ra menaiki tangga menuju kamar Myung Soo untuk mengerjakan tugas mereka.
-
-
-
Setelah menemukan sebuah kamar yang Soo Ra rasa ini kamar Myung Soo, lalu dia mengetuk pintu kamar tersebut.

Tok tok tok~

“Masuklah, pintunya tidak dikunci” Jawab Myung Soo

Lalu Soo Ra pun membuka pintu kamar itu ceklek~

Dilihatnya Myung Soo yang tengah duduk sambil mendengarkan musik lewat headphone di telinganya.

‘Bagaimana bisa dia mendengar ketukan pintu sembari mendengar musik? Apa pendengarannya setajam itu, atau jangan-jangan dia tak sedang mendengarkan musik? Aish sudahlah apa urusanku’ Gerutu Soo Ra dalam hati.

Suasana kamar Myung Soo yang bercat putih dan bernuansa klasik, membuat pemilik kamar ini nyaman dengan berbagai kegiatannya, mereka pun mengerjakan tugas bersama.

Setelah tugas mereka selesai, Soo Ra melangkahkan kakinya menuju balkon kamar Myung Soo untuk menghirup udara sekaligus memandangi kota Seoul yang indah.

Myung Soo pun menghampirinya.

“Baby, bagaimana kau bisa berbahasa Jepang?”

“Maksudmu?”

“Saat tes menyanyi tadi kau menyanyikan lagu berbahasa Jepang, aku benarkan?”

“Ne, dulu aku sempat tinggal di Jepang tapi hanya beberapa tahun. Dan aku sedikit belajar bahasa Jepang lewat lagu-lagu yang menurutku enak didengar, lalu aku mencoba menyanyikannya”

“Oh, arrasseo”

Lalu Soo Ra masuk kembali ke kamar Myung Soo, dengan Myung Soo yang mengekor di belakangnya. Tak sengaja di atas meja dia melihat sebuah buku yang dia kenali dan sebuah sapu tangan berwarna biru muda.

Lalu dia mendekati nakas itu dan melihat buku dan sapu tangan itu. Dilihatnya di sapu tangan itu ada tulisan berinisial ‘LSR’ dan di bagian belakang halaman buku itu tertulis alamat rumah dan namanya.

“Myung Soo-ya, apa buku dan sapu tangan ini milikku?”

Lalu Myung Soo mendekati Soo Ra dan mengambil sapu tangan dan buku tebal itu dari tangan Soo Ra.

“Ah itu... Ini milikku”

“Mwo? Bagaimana bisa, jelas-jelas ini milikku. Dari mana kau mendapatkannya?”

“Aku menemukannya di taman, saat pertama kali kita bertemu. Kurasa kau meninggalkannya, jadi aku memungutnya dan sekarang itu milikku. Apa perkataanku salah?”

“Aish, kau ini. Seharusnya kau mengembalikannya padaku. Apa kau tau, aku dan Donghae oppa mencarinya berjam-jam hingga larut malam”

“Tadinya juga aku berpikiran seperti itu. Tapi saat ku tahu bahwa kau dijodohkan dengan ku, aku tak jadi mengembalikannya. Karena buku dan sapu tangan ini nantinya juga akan kembali menjadi milikku. Jadi aku hanya ingin memilikinya saat ini”

“Andwae, kembalikan padaku sekarang juga!”

“Coba saja kalau kau bisa mengambilnya dariku, wlee” Lalu Myung Soo mundur dan berlari untuk menjauhi Soo Ra

“Aish jinja, jika aku menangkapmu akan ku habisi kau!” Ancam Soo Ra

“Sini, ambil ini” Goda Myung Soo

“Hiya! Kim Myung Soo kembalikan!”

Lalu terjadilah acara kejar-kejaran antara mereka berdua. Setelah beberapa menit mereka pun berhenti karena kecapean. Myung Soo terduduk di atas ranjang dan Soo Ra berdiri bersandar pada tembok. Lalu Soo Ra mendekati Myung Soo untuk merebut buku dan sapu tangan miliknya yang berada di cengkraman Myung Soo.

Saat Soo Ra akan mengambilnya dia tak sengaja tersandung sesuatu, dia kehilangan keseimbangan dan ......


ooOoo To Be Continued ooOoo

My socmed \(^3^)/
FB --> Abfidan Akamyeong Mardiya
Twitter --> @kiya_elzara
IG --> @kiya_elzara Let's relationship with me! ^_~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

You Change My World | Chapter 6 –Jealous– Part 1

You Change My World | Chapter 5 –Special Date–

You Change My World | Chapter 2 –This Is Love–