Cinta Kicauan Twitter | Part 1
Haruki Tatsuya & Akasaka Yamada
Cerpen pertama kali ane bikin :v #Twoshoot #JepangJepangan #YouAndI xD #AshirogiMutoCeritanya #KauYangGambar #AneYangBikinCerita #JadulNih #2013 ^_^
Dipagi hari yang cerah terlihat seorang pria kece juga pandai yang bernama Akasaka, ia hendak pergi ke sekolahnya Sui Atsuka Gakuen. Ia tinggal di kelas III high school (SMA). Setibanya di kelas ia langsung duduk di bangkunya sambil mendengarkan musik lewat earphone yang dipasang di telinganya. Saat itu ada seorang gadis yang mulai tertarik dengan Akasaka, ia bernama Haruki “Ia begitu sangat menarik bagiku”. Gumamnya dalam hati sambil memandangi Akasaka.
“Haruki-kun!”. Kata seorang temannya
“Oh, hai. Ada apa?”. Jawabnya
“Nanti sore bisa tidak kalau kita pergi ke toko buku? Aku ingin membeli buku terbitan terbaru yang ditulis oleh sepupuku”. Pintanya
“Wah, sepupumu hebat ya. Ia dech nanti aku antar”. Jawab Haruki
“Arigatou gozaimasu!”. Tanda terimakasihnya
“Douitashimashite!”. Balasnya
Ting tong o--- Lonceng berbunyi tanda masuk sekolah, kemudian merekapun memulai pelajarannya. Saat itu tengah berlangsung pelajaran B. Inggris.
“Ok guys, now… we are studying about poutry”. Kata sensei yang sedang mengajar
“What should we make, what theme for our poutry, sir?”. Tanya Akasaka
“We make poutry about love!”. Balas sensei
“Uwa....!!”. Teriak semua murid kegirangan
“”Why?”. Tanya sensei heran
“Nothing sir, we just so happy”. Jawab Haruki
“Oh, this is good! ^^”. Kata sensei
“Xixixi......”. Semua murid tersenyum mesem-mesem
“Ok guys, now start to make a poutry about love. Do it!”. Semangat sensei kepada para murid
Semuanyapun mengerjakannya dengan penuh semangat, api cinta berkobar-kobar. Akhirnya, satu per satu murid telah selesai dan memberikannya kepada sensei. Hingga murid terakhir yaitu Haruki dan bel pun berbunyi “Ting tong o----“. Tanda istirahat. Semua murid langsung pergi ke kantin sekolah untuk memakan makanan sebagai penambah energi yang telah berkurang.
*Saat di kantin
“Haruki!”. Panggil Akasaka
Harukipun menoleh dan spontan menjawab “Hai”. Tanpa disadarinya ternyata yang memanggilnya itu adalah Akasaka. Ia pun malu dan raut wajahnya memerah.
“Apakah kamu punya waktu sebentar untukku? Aku ingin berbicara kepadamu nanti siang pukul 12.00 di atas gedung sekolah”. Pinta Akasaka
“Hai, nanti aku akan ke sana. Tapi memangnya ada apa?”. Tanya Haruki penasaran
“Aku hanya ingin bercerita kepadamu. Kudengar kau orang yang dapat menjaga rahasia orang! Benar begitu?”. Jelas Akasaka
“Oh..... Iitu.... Ya begitulah”. Jawab Haruki gugup
“Kutunggu ya nanti, aku membenci orang yang telat. Jadi kuharap kau tepat waktu!”. Kata Akasaka
“Hai, pasti aku akan on time”. Jawab Haruki
“Baguslah kalau begitu, see you later!”. Kata Akasaka
“Ne, please wait me ya!”. Seru Haruki
Semua muridpun kembali ke kelas setelah bel berbunyi.
*Saat di kelas
“Akasaka, kamu sudah mengerjakan PR mu?”. Tanya salah seorang temannya
“Hai, aku sudah mengerjakannya. Itu mudah sekali!”. Jawab Akasaka
“Mudah bagimu, tapi tidak bagiku!”. Balas temannya
“Sudah-sudah, nanti biar aku ajarkan padamu apa yang tidak kau mengerti”. Kata Akasaka dengan tegas.
“Sungguh? Kalau gitu gimana kalau nanti sore kita kerja kelompok di rumahku?”. Pinta temannya kembali
“Iya-iya, nanti aku ke rumahmu. Tapi jangan lama-lama, soalnya aku sibuk.” Jawab Akasaka
“Iya-iya......”. Balas temannya singkat
Saat itu senseipun datang.
“Oke seito, kumpulkan PR nya! Yang tidak mengerjakan silahkan keluar selama pelajaran ibu berlangsung!”. Kata sensei
“Hai, wakarimashta!”. Balas para murid
Ternyata semua murid mengerjakan PR nya dengan baik, walaupun ada soal yang tidak mereka mengerti. Jadi dimulailah sesi diskusi/tanya jawab.
Ting tong o---- Loncengpun berbunyi tanda pulang sekolah. Tapi murid-murid masih harus melakukan ekskul yang mereka ikuti. Sebelum itu, Haruki pergi ke atas gedung sekolah untuk menemui Akasaka. Dan ternyata Akasaka telah menunggu di sana.
“Eh gomen-gomen, telah membuatmu menunggu!”. Kata Haruki
“Tidak kok, aku baru sampai di sini 2 menit yang lalu. Lagipula kita kan janjinya pukul 12.00, ini baru pukul 11.45”. Jawab Akasaka
“Oh hai, tapi aku Cuma mau lebih awal karena aku tak mau terlambat”. Balas Haruki
“Oh sudah kuduga, baiklah ayo kita mulai pembicaraan ini. Apa kau kenal Ruki Tatsuya?”. Tanya Akasaka dengan tegas
“Hmmm.... Anu, kenapa kau tanya begitu?”. Jawab Haruki kaget
“Karena aku tahu, bahwa di belakang orang dalam photo ini adalah rumahmu dan marga kalian adalah Tatsuya, sesuai dengan namamu Haruki Tatsuya! Aku sudah memastikannya”. Kata Akasaka sambil memperlihatkan sebuah photo
“Itu memang benar, dan orang dalam photo ini adalah kakakku. Tapi darimana kau mendapatkan photo ini?”. Jawab Haruki penuh dengan curiga
“Aku menemukannya pada tumpukan buku bekas kakakku”. Jelas Akasaka
“Oh, jadi kakak kita berdua berada dalam photo ini. Apa hubungan mereka?”. Tanya Haruki
“Aku juga belum tahu, tapi mungkin dahulu mereka pernah menjalin hubungan yang special”. Kata Akasaka
“Hah? Kalau begitu kita harus membuktikannya dengan menanyakannya kepada mereka”. Pikir Haruki
“Oke, kita harus menanyakannya. Kita tanyakan kepada kakak kita masing-masing.” Tambah Akasaka
“Ne, kalau kita sudah mengetahuinya kita bertemu di sini lagi pada jam yang sama”. Kata Haruki
“Baiklah, tapi kita harus menunjukkan photo ini sebagai bukti kepada mereka. Kau potret photo ini, biar yang aslinya ku bawa”. Saran Akasaka
“Oke. (Lalu Haruki memotretnya) Sekarang aku mau pulang, sampai jumpa!”. Kata Haruki
“Ya, sampai jumpa”. Balas Akasaka
Merekapun pulang dengan rasa penuh penasaran. Dan hendak bertanya kepada kakak mereka dengan seribu pertanyaan yang telah mereka persiapkan.
*Saat di rumah
“Onii-chan!”. Panggil Haruki
“Hai, ada apa?”. Tanya Ruki heran
“Apa maksud dari photo ini?”. Balas Haruki tegas
“Dari mana kau mendapatkannya?”. Kata Ruki balik bertanya
“Ituu, aku mendapatkannya dari kakak temanku. Orang yang berada dalam photo ini bersamamu”. Jelas Haruki
“Ternyata dia masih menyimpannya. Pasti dia merasakan hal yang sama denganku”. Kata Ruki
“Apa maksudmu?”. Tanya Haruki
Kemudian Ruki menjelaskan semua yang telah terjadi antara dia dengan Kisara (Kakaknya Akasaka).
Ternyata mereka memang pernah menjalin hubungan dengan mulai berkenalan lewat twitter, saling mentions dan dipertemukan secara langsung oleh teman dekat mereka Ayano. Dan kisah cinta merekapun dimulai saat festival musim panas di sekolah mereka Sui Atsuka Gakuen, sekolah yang sama saat ini dengan tempat bersekolah adik-adik mereka. Dan merekapun mengisi hari-hari mereka dengan bahagia. Hingga akhirnya mereka dipisahkan oleh ruang dan waktu. Saat Ruki dan keluarganya harus pindah ke Amerika karena kepentingan ayahnya yang seorang pengusaha. Mereka tidak putus asa, merekapun mencari cara agar mereka bisa tetap saling berkomunikasi baik lewat email ataupun twitter. Hubungan itu hanya bertahan sampai 1 tahun dan setelah itu merekapun last contact dan berakhir dengan tanpa komunikasi karena long distance heart. Tapi hingga saat ini mereka berdua masih saling mencintai. Dan photo yang ditunjukkan Haruki adalah photo saat terakhir kali mereka berdua jalan bersama, dan tempat dalam photo itu memang adalah rumah keluarga Akasaka.
Setelah mendengar cerita itu Haruki terbawa suasana yang diceritakan kakaknya yang membuat matanya sedikit berlinang. Sementara itu di rumah Akasaka, karena kakaknya sedang bekerja di luar kota Akasaka hanya menanyakannya lewat email dan dibalas oleh kakaknya dengan singkat padat dan jelas sama seperti yang telah dijelaskan oleh Ruki kakak Haruki. Lalu ia pun termenung dan ingin hari segera berlalu agar ia bisa menemui Haruki.
*Keesokan harinya
Seperti biasanya mereka menjalani hari-harinya, dan merekapun bertemu di atas gedung sekolah seperti halnya kemarin pada waktu yang sama.
“Akasaka....!!”. Panggil Haruki
“Hai, apa kau sudah mengetahuinya?”. Tanya Akasaka
“Hai, aku sampai berlinang air mata mendengar kisah cinta mereka berdua”. Jawab Haruki
“Aku hanya dapat termenung, tapi mungkin di dunia ini masih ada kisah cinta yang mirip atau bahkan lebih mengharukan dibandingkan dengan kisah cinta kakak-kakak kita”. Kata Akasaka
“Iya, memang kau benar”. Balas Haruki
“Apakah kau pernah menjalin sebuah hubungan yang special mereka?”. Tanya Akasaka
“Mbb... Mungkin, tapi saat itu aku masih TK”. Jawab Haruki
“TK?”. Tanya Akasaka dengan heran
“Iya, TK. Waktu itu, ada seorang anak laki-laki yang selalu memperhatikanku dan dia selalu ada untuk menolongku saat aku dalam kesulitan. Untuk pertama kalinya ia menolongku saat aku jatuh dari pohon, aku terpeleset saat sedang berada di atas pohon menikmati pemandangan yang indah, kemudian di tiba-tiba lewat dan secara tak sengaja dia menangkapku. Kami saling bertatapan matanya begitu indah, kakiku sedikit terkilir dan dia mengantarku pulang dengan menggendongku. Selama perjalanan kami tidak banyak mengobrol, mungkin karena kami masih canggung dan malu-malu. Sejak saat itu aku mulai menyukainya, dia begitu perhatian”. Cerita Haruki
“Apa dia masih ada di sini saat ini?”. Tanya Akasaka
“Entahlah, masih mungkin. Tapi aku melihat terakhir kalinya saat dia berada di toko buku. Dia sedang membeli komik tentang pertarungan. Maklum, kan anak laki-laki suka sama yang berbau action”. Jawab Haruki
“Siapa namanya?”. Tanya Akasaka 1x lagi
“Justru itu, sampai saat ini aku masih belum mengetahui namanya. Tapi dia itu mirip banget sama kamu, ada tahi lalat di dekat matanya. Persis seperti kamu, apakah mungkin itu kamu Akasaka!?”. Tanya Haruki
“Hah aku? Kalau memang itu benar, apa yang akan kau lakukan?”. Tanya Akasaka dengan polos
“Emm, aanu. Sudahlah lupakan, ayo kita pulang!?”. Ajak Haruki
“Baik, ayo”. Merekapun pulang bersama karena arah jalan pulang mereka sama
*Saat di rumah
“Apakah mungkin benar itu aku? Soalnya dulu, akupun pernah mengalami hal yang sama dengan apa yang dialami Haruki, gadis itu mungkinkah memang dia? Tapi, dulu rambut gadis itu tak sepanjang Haruki dan ada tanda lahir di pundaknya. Aku harus mencari tahu semuanya”. Pikir Akasaka
:) To be continued..... :)
My socmed \(^3^)/
FB --> Abfidan Akamyeong Mardiya
Twitter --> @kiya_elzara
IG --> @kiya_elzara Let's relationship with me! ^_~

Komentar
Posting Komentar